Kamis, 31 Maret 2011

BAHAYA ONANI

1. Sistem syaraf yang paling terpengaruh.
2. Selain jantung, sistem pencernaan sistem, sistem air kencing serta sistem lainnya menjadi buruk terpengaruh dan akibatnya seluruh tubuh menjadi banyak penyakit dengan kelemahan besar.
3. Mata menjadi cekung, tulang pipi menonjol dan ada lingkar hitam sepanjang mata.
4. Terus sakit kepala dan punggung.
5. Pusing dan kehilangan memori.
6. Gigil hati pada list tenaga.
7. Ttimbulnya penyakit saraf
8. Tidak dapat melakukan apapun aktifitas fisik yang berat atau mental kerja lemah.
9. Orang agak senang untuk duduk dalam pengasingan dan menderita dari kelemahan.
10. Melemahkan Semua indera
11. Visi menjadi ada, lidah mulai gagap dan telinga cenderung menjadi tuli dl
12. Terakhir TBC atau gila atau beberapa penyakit serius lainnya menangkap memegang korban untuk memimpin hidupnya untuk dekat.

sumber: Bahaya Onani dan Akibatnya http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1854518-bahaya-onani-dan-akibatnya/#ixzz1I9LKSimC

Minggu, 06 Maret 2011

Pembunuh 100 Nyawa Masuk Surga

Kisah: Pembunuh 100 Nyawa Masuk Surga
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebelum kalian (dari kalangan bani Israil ada seorang lelaki yang telah membunuh 99 jiwa, kemudian dia bertanya tentang orang yang paling pandai di muka bumi. Dia diberitahu adanya seorang ahli ibadah, dia pun mendatanginya, dia berkata, bahwa dia telah membunuh 99 jiwa, apakah ada kesempatan untuk bertaubat?. Ahli ibadah itu menjawab, ‘Tidak’. Kemudian lelaki tadi membunuhnya, sehingga dia menyempurnakan jiwa yang telah dia bunuh menjadi 100. Dia bertanya lagi tentang orang yang paling alim di muka bumi ini. Dia diberitahu adanya seorang alim. Dia bertanya kepadanya, bahwa dia telah membunuh 100 jiwa, apakah ada kesempatan untuk bertaubat ? Orang alim itu berkata, ‘Ya’. Apa yang menjadi penghalang untuk bertaubat. Pergilah ke daerah itu, di dalamnya ada banyak orang yang beribadah kepada Allah Ta’ala, maka beribadahlah kepada Allah Ta’ala dengan mereka. Dan jangan kembali ke daerahmu, karena ia temapat yang dipenuhi dengan keburukan. Lelaki itu kemudian meninggalkannya dan menuju ke daerah yang disarankan. Ketika di pertengahan jalan Malaikat Maut mengambil ruhnya (ia meningal dunia). Malaikat pembawa rahmah dan malaikat pembawa adzab berselisih tentangnya. Malaikat rahmat berkata, ‘Dia telah datang dengan bertaubat kepada Allah Ta’ala.’ Malaikat adzab barkata, ‘Dia tidak pernah melakukan kebaikan sedikit pun’. Datanglah seorang malaikat dalam bentuk manusia sebagai penengah di antara keduanya. Dia berkata, ‘Ukurlah antara kedua daerah tersebut, mana yang lebih dekat, maka itu adalah bagiannya’. Keduanyapun melakukan itu, dan mendapatinya lebih dekat kepada daerah yang dituju. Kemudian Malaikat Rahmat membawanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).